Minggu, Februari 08, 2015

Selepas Waktu

Pada embun pagi di ubun-ubn
dan butirannya yang membasahi
sejuk segar dalam rasa
mata dimanjakan megahnya alam

Dingin sekitar hawa kesadaran
bersiklus menggapai rambatan cahaya
yang hadirkan berita dhuha
untuk hijaukan taman dunia

Kala terik sejajar tepat di atas
menginjak bayangan kehidupan
Dzuhur kabarkan rehat
sejenak gusur ambisi nafsu

Sebentar lalu sinarnya berjalan
bentuk sudut menuju ufuk
kumandang ashar-pun bergetar
dunia berganti ruang pra transisi

Senja semakin berwarna mesra
ditelan maghrib yang selalu misterius
peristiwa tukar menukar kunci dimensi
jiwapun ikut menyebrang alam

Tak selama waktu kedipan mata
sang isya jadi gerbang pembuka
digambarkannya gemerlap malam
langit dan rasi-rasi bintang menghiasi

Ketika aktivitas turut menurun
raga rebah lelah dalam kamar
terpejam bisu seiring mimpi
menanti besok dan kesempatannya

belum jua nyenyak itu lengkap
gejolak asa ketuk alam bawah
ditagihnya kesakralan tahajjud
yang mampu menggenggam dunia

Saat niat menjelma sadar
tibalah damai menyaksikan kesunyian
sanggup menembus berjuta makna
yang menyatu rasa bercinta tercinta

Bisik batin sebut asma-asma
olahan hati pasrah mohon arah
dimaafkanlah dipantaskanlah
semakin malam semakin mesra

Lafadz cinta yang bebas di udara
nikmat tanpa terasa pakasakan malu
kalahkan segala peluang godaan
dan subuh-pun membongkar angkasa

Ketika harus mendirikan shalat
ketika ada tawaran kebahagiaan
ketika berdirinya shalat lebih baik dari tidur
seketika itu juga tergerak kehambaan

Subuh itu bernilai bumi dan isinya
selalu menjadi pembuka harapan
dihadirkannya kesucian cinta
didatangkannya kemuliaan cinta

Tatkala subuh terlepas dengan indah
pagi yang sejuk tadi memeluk tubuh
dihadapkannya kembali kefanaan nafsu
karena hidup adalah selepas waktu

Semoga cinta bertahan (catatan hp).

Tidak ada komentar: