Minggu, Februari 08, 2015

Kicau Mengusik

Dilema dua sisi pandang bertuan satu keadaan

Kebanyakan teman tergoda prestasi
aku memilih lebih cinta nilai-nilai
bukan sombong
cuma itulah pilihan

Mereka setengah mati ingin diakui
aku duduk bersila dan tersembunyi
bukan karena pngecut atau takut
hanya begitulah yang aku pelajari

Dilema dua sisi pandang bertuan satu keadaan

Teman sejawatku canggih modern
aku masih setia dengan nostalgi
bukan karena tak mampu
akunya yang tak mau

Mereka agungkan keindahan wujud
aku pertaruhkan keluhuran esensi
bukan cerita ala yunani kuno
hanya aku masih ingin belajar lagi

Dilema dua sisi pandang bertuan satu keadaan

Kawanku sebagian idamkan prospek
aku mencoba tafakur pada risalah hidup
setiap kita adalah pemimpin
dan khalifah dimuka bumi ini

Mereka asyik bersaing angka-angka
aku menelan keadaan apa adanya
bukan aku munafik menolak angka
aku pasti butuh
tapi, aku yakin aku lebih berharga dari itu

Dilema dua sisi pandang bertuan satu keadaan

Hampir semua kenalanku praktis romantis
kehidupan mereka sejalur kelaziman
aku berlari ke tepi
sendiri mengasingkan diri

Mereka cinta konservatisme jasmani
ijasah, pekerjaan, menikah, harta
aku cenderung bergaul dengan kesenyapan
bukan tak mau, pastilah aku mau
hanya caranya yang aku tak suka

Dilema dua sisi pandang bertuan satu keadaan

Sahabatku ganteng dan memesona
aku bernadi seonggok takdir
menahan diri untuk tak menonjol
bukan karena sok angkuh, sok tasawuf
hanya saja mungkin berbeda pola

Mereka memuja penisbahan sosok
aku tenggelam pada sorot lamunanku
bukan aku seorang penduga negatif
aku hanya sedang coba menafsirkan

Ah, tak tahulah...
siapa mereka siapa aku
kok, bisa tampak jurang perbedaan
mungkin aku yang sudah gila
gila sendiri menjadi orang yang tak serentak

Kumal, lesuh, rentan dan hina
aku hanya menahan keseimbangan
berusaha berdiri pada sisa energi ditumpuan kaki-kakiku

Teman dan sahabatku bertabur emas intan
sedang aku mati sunyi mengering
namun harum semerbak wangi nilaiku
tercium selama-lamanya
semoga begitu adanya kelak

Selasa pagi yang sudah terik (catatan hp).

Tidak ada komentar: