Sabtu, Maret 28, 2015

Digiring Malam

Perasaanku bergejolak hebat
entah apa penyebabnya
seluruh ilmu kesadaran sirna
menolak dan tak mampu menakar

Mataku terbangun tajam
namun jiwa tertidur lelap
mata bisa memandang
jiwa sukar merasa

Sejenak ada lelah menggumam
mengudara bak taifun tagalog
dicarinya akal sejati itu
tapi sia saja tanpa arti

Aku bersandar dalam bimbang
ditengah kalutnya gelap malam
kusambangi satu persatu nilai
yang pernah ada tawarkan mimpi

Kepala ini miring ke kanan
ditumpahkannya sisa-sisa masa silam
digaruknya untaian memori itu
tentang sebulan sebelum ramadan

Betapa dahsyat goncangan kali ini
hatiku bisu, langkahku kaku
sepintas tentang ritual sujud pasrah
kembali terpampang bak layar film

Aku ingat pelajaran malam
misteri cinta yang selalu abadi
bersemayam ampunan dan syukur
yang pasti kian dekat diijabah

Aku digiring malam yang suci
cinta itu tak pamrih apa-apa
jiwaku menangis pilu
bungkam raga yang masih nista

Aku digiring malam yang indah
konon sunyi sepi namun nikmat
kembali bersua rasa batin
harus kutemukan waktu itu

Malam semakin menggelinding
digulirnya suasana tanpa rasa
aku diam hanyut tak berdaya
tapi erat dalam genggam asa dihati

Akhir agustus 2014 (catatan hp)...

1 komentar:

AdityaPaputungan mengatakan...

Kala selaksa petaka menghunjam nurani, terkadang kita ingin kembali nyaman dalam ruang nostalgia..... karena rindu itu seperti dendam, dia selalu minta untuk menuntut balas.....