Jumat, April 10, 2015

Jawabku Merenung

Liukkan jalan membimbing emosi
yang sabdakan nikmatnya berproses
naik menjulang, turun menerjun
tak ada diam pada ceritanya

Sejuta duka lalui serat terkecil
goresannya tinggalkan sesak dihati
bersemayam lama enggan pergi
hari terganti dalam detak kecemasan

Tak ada nafas yang tak teruji
semuanya berkisah sedih dilubuk
ditempa, digilas, dibenturkan
bahkan terlihat akan dimusnahkan

Malu bertanya kapan akhirnya
keluhan adalah batas kesabaran
hanya memangku senyum pura-pura
sekadar untuk tampak luarnya saja

Aduh, susahnya...

Sila kaki merangkai lamunan
jelajahi ruang waktu mengoreksi
sekujur tubuh bergetar kalut
berasa kematian asa didepan mata

Sampai pada titik paling rendah
tamparan bijak bangunkan harap
baranya terkipas siap membakar jiwa
dan, akhirnya momentum tercipta lagi

Pasrah tertunduk, pasti memohon
ternyata diam itu perlu diresapi
maknanya luas sejagat raya
kirimkan sinyal-sinyal keyakinan

Tegak berdiri memandang tajam
hati dan koloninya gembira
bersorak sorai menunggu keputusan
gerangan apa langkah itu

Amboi, senangnya...

Atas namakan niat untuk memilih
isyaratkan hati agar yakin terpilih
layangkan doa syukur ketika dipilih
kerjakan penuh cinta pada pilihan

Pagi menyambut senyum renungan
malam yang kelam sirna seketika
penantian panjang terjawab sudah
merekah lebar jantungkan semangat

Akhirnya, tak ada lagi keraguan
yang kering menyakiti nyenyak tidur
sekarang warna cerah berganti
yang gambarkan nilai rasa bahagia

Hati dan jiwa tenang mengolah
alam bawah sadar isinya emas
matapun ikut melirik kebahagiaan
kini cinta telah mengubur duka

Duh, indahnya dunia-Mu ini...

Ilustrasi pelunasan hutang (catatan hp).