Semalam aku berkenalan dengannya
Kuajak dia jelajahi dimensi otakku
Tawarannya sodorkan menu istimewa
Awalnya ragu tapi kukunyah juga
Kemarin aku jalan bernyanyi sendiri
Sangat menghibur lara teriak-teriak
Hampir kutabrak kenalan baru itu
Aku kaget dan maafku bertutur
Sebelumnya aku berjumpa senyum
Yang manja ukir lesung pipi
Cermatku hemat menerka sinis
Kenapa bisa hilang sekejap bisu
Sesaat sebelum terbang musnah
Disampingku ada tawa lebar lepas
Memojok sendiri sungkan bergaul
Ingin menegur tapi aku malu
Minggu setelahnya aku reriungan
Sesat tak menetu arah tujuan
Bahuku ditepuk pelan dari belakang
Menoleh riang aku terkagum-kagum
Siang tadi mataku berminyak tidur
Aku loncat tinggi ke angkasa
Berpegangan rajutan jala harapan
Melirik kebawah kutinggalkan janji
Kenalanku melambaikan kanannya
Bagai fatamorgana samar di gurun
Sehingga tergambar tarian alam
Pura-pura aku tak kenal dia
Maafkan aku hatiku...
Desir darahku sesak nafsu
Jasadku bermateri angka
Urat nadiku dialiri ego
Detak jantungku iramanya syahwat
Yang kuhirup konon intan dunia
Yang kuhembus kotoran ambisi
Langkahku menuju ingkar
Peganganku tiang hasrat
Sekujur tubuhku adalah mahkota-mahkota gengsi...
Aku fanakan peluang hidupku
Aku malu padamu, hatiku...
Pintaku,
Esok lusa dan entah sampai kapan
Teruslah rasuki aku, kelabui aku, pukul aku
Dan kita kembali bersama tuju
Seperti sedia engkau menemani tangisan pertamaku di dunia ini...
Tatkala sang pencipta mempersatukan kita untuk hidup dan mati hanya menghamba juga menyembah cinta-Nya
Gundah lagi (bukan galau)...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar