Hai malam gelap ketika diam
Anatomi ruangmu sungguh dalam
Engkau sajikan putaran-putaran cakram
Sebagai dua sisi yang saling hantam
Hai malam penuh kilauan bintang
Kedip titik cahaya kecil bergelimang
Bebas di angkasamu nan luas membentang
Sungguh ketakjuban diucap lantang
Hai sang gelap yang berjalan bisu
Dendam menyala di ujung lidah palsu
Misterimu bertutur ihwal rasa ragu
Sangat banyak gumam anggapan tabu
Wahai waktu yang menutup langkah
Hampir semua nyenyak dalam lelah
Kecuali segelintir jiwa yang tabah
Melawan mimpi juga rayuan sampah
Wahai ruangan yang terbungkus suci
Satu tempat terbaik untuk menepi
Dikala bisik sempat berani menyanyi
Cintamu pasti namun bersembunyi
Wahai hembusan udara yang konon murni
Engkau datang membawa sejuta fantasi
Yang dikabarkan jaman selalu abadi
Namun cintamu masih tersembunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar