Kamis, Februari 05, 2015

Mengingatmu

Ada sejarah mengendap dalam hati
Terukir sebagai tanda cinta sejati
Yang tuntut keadaan menuju abadi
Penghubung rasa penyambung bakti

Walau sering kali terkapar pasrah
Kadang jua harus menangis sedih
Ingatan ditarik mundur sangat jauh
Tentang pribadi yang tak kenal pamrih

Dialah tiang besar yang sembunyi
Tak ragu baginya untuk mengayomi
Selalu saja bimbingan itu tulus hati
Kemilau cinta memancar hakiki

Dialah sandaran orang-orang terkasih
Tempat segenap jiwa ini mengeluh
Yang menampung jeritan-jeritan lirih
Meskipun dia hanya berdaya khalifah

Dialah manusia berjuluk sang jendral
Begitulah sematan dari anak terkecil
Anak lelakinya yang sungguh nakal
Namun kelak tersadarkan oleh ajal

Sehingga kini kala semua melupakan
Tentang sosoknya yang amat tampan
Berbalut penuh gemilang kamapanan
Anak kecilnya masih sediakan ingatan

Suatu tanda cinta penuh rasa
Membentuk kristal kekaguman jiwa
Yang selalu menyimpan pesannya
Karena waktu kalah berbanding asa

Ayah dalam ingatan...

Tidak ada komentar: