Ada sejarah mengendap dalam hati
Terukir sebagai tanda cinta sejati
Yang tuntut keadaan menuju abadi
Penghubung rasa penyambung bakti
Walau sering kali terkapar pasrah
Kadang jua harus menangis sedih
Ingatan ditarik mundur sangat jauh
Tentang pribadi yang tak kenal pamrih
Dialah tiang besar yang sembunyi
Tak ragu baginya untuk mengayomi
Selalu saja bimbingan itu tulus hati
Kemilau cinta memancar hakiki
Dialah sandaran orang-orang terkasih
Tempat segenap jiwa ini mengeluh
Yang menampung jeritan-jeritan lirih
Meskipun dia hanya berdaya khalifah
Dialah manusia berjuluk sang jendral
Begitulah sematan dari anak terkecil
Anak lelakinya yang sungguh nakal
Namun kelak tersadarkan oleh ajal
Sehingga kini kala semua melupakan
Tentang sosoknya yang amat tampan
Berbalut penuh gemilang kamapanan
Anak kecilnya masih sediakan ingatan
Suatu tanda cinta penuh rasa
Membentuk kristal kekaguman jiwa
Yang selalu menyimpan pesannya
Karena waktu kalah berbanding asa
Ayah dalam ingatan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar