Jumat, Februari 06, 2015

9 Juli

Siapapun engkau presidenku
jangan lupa Tuhanmu
ajarannya memudahkan langkahmu
petunjuknya penting diikut-sertakan

Siapapun engkau presidenku
jangan sumpahi janji palsumu
berkibarlah di tiang kejujuran
gebyar negeri sentosa makmur

Siapapun engkau presidenku
jangan tumpahkan lagi darah rakyat
yang meronta gila diujung duka
nafkahi seadil-adilnya perut mereka

Siapapun engkau presidenku
jangan hianati puasanya pemilih
engkau dipilih dibulan suci
elok nian jika hatimu seirama nuansa ramadan

Siapapun engkau presidenku
jangan datang hanya saat butuh suara
berjuanglah demi merah putih
warna jati diri bangsa kita ini

Siapapun engkau presidenku
maukah memilih untuk tak dipiih
mencoblos untuk suara lawan
ini cara menilai kelapangan jiwa

Siapapun engkau presidenku
jangan serakah menahkodai kapal
badai sudah lama menerjang ganas
menepilah dulu untuk tafakur

***
Siapapun engkau presidenku
tadi Brazil kalah telak dari Negaranya Hitler
kapten Messi dan para mener main besok
ah, kok, bicara piala dunia

Siapapun engkau presidenku
jangan hinakan tuanya burung garuda
ditubuhnya pancasila disematkan
lambang dan ikrar filosofis sejati

Siapapun engkau presidenku
jangan paksa diri jadi manusia setengah dewa
Iwan Fals liriknya mengada ada
bertahan tetap manusia saja susah

Siapapun engkau presidenku
jangan banggakan nama besarmu
Prabowo atau Joko Widodo
karena Rossi dan Rosy idolaku
alah, lebay...

Siapapun engkau presidenku
jangan sok mampu mewakili hati nurani kami
engkau tak akan mengerti jerit di hati kami
duka nestapa dan semrautnya hari-hari kami

Siapapun engkau presidenku
tolong jangan rampas kebahagiaan kami
cukup jadilah suami yang menafkahi istrinya
lahir dan batin serta penuh cinta

Siapapun engkau presidenku
bangunkan kembali semangat cinta
karena cintalah yang paling rohani
diantara kisah-kisah logistik palsu

***
Siapapun engkau presidenku
maaf, aku tak ikut berpesta
di belakang layar saja dan diam-diam
yang mendoakanmu sepenuh hati

Namun, siapapun engkau presidenku
tolong kecilkan volume sound di SD depan rumahku
tempat orang-orang memilihmu
pejaman mataku baru akan dimulai pagi ini
pun karena hutangku sudah cukup mengganggu malam-malamku
mengertilah...

Hargai jiwaku sebagai sesama manusia
karena jangankan perkara hutang itu
mengecilkan suara volume saja engkau tak akan pernah sanggup
apalagi mengatasi negara seribu pulau ini

Mimpimu besar, bak raksasa yang bisa menyundul atap langit
mungkin juga engkau dapat menggapai bintang-bintang indah
aku? ah, sudahlah, hanya sebaris nama pada selembar KTP
mimpiku? hmm, nyenyak saja sudah mantap

Tapi, aku mau mencintaimu dengan terpaksa
siapapun engkau presidenku
mulai dari beduk maghrib sebentar sore
sampai besok dan selama lima tahun ini

Semoga Indonesia jaya (catatan hp)...

















Tidak ada komentar: